Verifikasi sebelum terbit
Redaksi mengutamakan sumber primer seperti dokumen resmi, keterangan lembaga, data publik, putusan, laporan lapangan, atau pernyataan pihak yang relevan. Untuk berita yang berasal dari perkembangan publik, fakta penting dibandingkan dengan sumber independen tambahan sebelum diterbitkan.
Keterangan sumber tidak diperlakukan sebagai kebenaran tunggal. Apabila fakta masih disengketakan, status klaim, pihak yang menyampaikan, serta ruang untuk tanggapan dijelaskan kepada pembaca.
Nilai tambah dan penulisan mandiri
Warta Nusa Raya tidak bertujuan menjadi salinan atau agregator artikel media lain. Setiap laporan harus memberi nilai yang dapat digunakan pembaca, misalnya kronologi yang lebih jelas, konteks kebijakan, penjelasan istilah, data pembanding, dampak bagi publik, pemeriksaan dokumen, atau perkembangan terbaru yang relevan.
Referensi ditampilkan sebagai dasar verifikasi dan jalur bagi pembaca untuk menelusuri informasi, bukan sebagai pengganti kerja editorial Warta Nusa Raya.
Nilai tambah sebelum masuk indeks
Kelulusan teknis seperti jumlah kata, jumlah paragraf, atau jumlah tautan sumber tidak otomatis membuat sebuah artikel layak dipromosikan ke indeks pencarian. Redaksi menilai apakah laporan benar-benar menambahkan konteks, data, kronologi, layanan bagi pembaca, pemeriksaan dokumen, perbandingan, atau kontribusi editorial lain yang substantif.
Artikel lama yang belum memenuhi standar ini dapat tetap tersedia sebagai arsip, tetapi dapat ditahan dari indeks dan promosi sampai diperbarui secara substantif.
Byline dan tanggung jawab editorial
Jika reporter atau editor yang bertanggung jawab dicatat pada naskah, identitas tersebut ditampilkan pada artikel. Byline kolektif “Redaksi Warta Nusa Raya” digunakan untuk karya yang memang dikerjakan sebagai tanggung jawab kolektif dan tidak digunakan untuk mengarang identitas individu.
Pemisahan fakta, analisis, dan opini
Berita faktual dibedakan dari opini. Tulisan berlabel Opini berisi penilaian atau argumentasi dan tidak boleh disajikan sebagai fakta. Rubrik Investigasi atau penelusuran wajib membedakan temuan terverifikasi, dugaan, keterangan saksi, dan kesimpulan yang belum diputus secara hukum.
Koreksi dan pembaruan
Kesalahan faktual yang terverifikasi diperbaiki secepatnya tanpa menghapus jejak konteks penting secara menyesatkan. Permintaan koreksi dan hak jawab dapat diajukan melalui halaman Koreksi & Hak Jawab.
Gambar dan ilustrasi
Redaksi mengutamakan dokumentasi resmi, milik sendiri, domain publik, atau materi dengan dasar penggunaan yang jelas. Foto konteks harus diberi keterangan yang tidak menyesatkan. Ilustrasi atau gambar generatif wajib diberi label bahwa visual tersebut adalah ilustrasi dan bukan dokumentasi kejadian.
Penggunaan kecerdasan buatan
Perangkat berbasis AI dapat digunakan sebagai alat bantu riset, penyusunan struktur, pengecekan teknis, atau pembuatan ilustrasi. AI tidak menjadi sumber fakta. Fakta, sumber, judul, konteks hukum, dan keputusan publikasi tetap harus melewati pemeriksaan editorial. Konten otomatis yang tidak memenuhi standar sumber dan nilai tambah tidak dipromosikan ke indeks pencarian.
Konflik kepentingan dan konten komersial
Materi iklan, sponsor, afiliasi, atau kerja sama komersial harus dibedakan dari produk jurnalistik. Kepentingan komersial tidak boleh digunakan untuk mengubah kesimpulan faktual dalam berita.
Informasi penerbit dan penanggung jawab redaksi tersedia pada Susunan Redaksi. Pembaca dapat menghubungi redaksi melalui halaman Kontak.