Command Center 112 Surabaya Target Respons 7 Menit, Didukung Hampir 4.000 CCTV
Command Center 112 Surabaya menargetkan respons maksimal tujuh menit, memperbanyak pos terpadu, dan memanfaatkan hampir 4.000 CCTV untuk membantu verifikasi laporan warga.
SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya memperkuat layanan Command Center 112 dengan target waktu respons maksimal tujuh menit untuk kejadian darurat. Untuk kebakaran, target respons disebut sekitar 6,5 menit. Sistem tersebut menghubungkan perangkat daerah, pos terpadu, tenaga medis, dan rumah sakit agar laporan warga dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan.
Command Center 112 dibentuk pada 26 Juli 2016 dan kini menjadi salah satu pintu utama layanan bantuan warga. Penanganannya mencakup kegawatdaruratan medis, kebakaran, bencana, gangguan ketenteraman dan ketertiban, persoalan lingkungan, serta laporan lain yang membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah.
Pos terpadu diperbanyak untuk memperpendek jarak respons
BPBD Surabaya menyatakan jumlah pos terpadu yang semula tujuh telah bertambah menjadi 10 dan ditargetkan mencapai 13 pos. Penambahan pos digunakan untuk memperpendek jarak petugas ke lokasi kejadian dan membantu pembagian sumber daya ketika beberapa laporan muncul pada waktu yang bersamaan.
Target tujuh menit bukan sekadar angka administratif. Satu Data Surabaya juga memiliki dataset khusus mengenai pengaduan kedaruratan yang direspons dalam waktu kurang dari tujuh menit, dengan definisi waktu respons sampai petugas tiba di lokasi. Data semacam ini penting untuk menguji konsistensi pencapaian target dari waktu ke waktu.
Hampir 4.000 CCTV membantu verifikasi laporan
Pemkot menyatakan terdapat hampir 4.000 titik CCTV yang tersebar di Surabaya. Sebanyak 222 titik dipantau langsung melalui ruang CCTV Command Center 112, sedangkan kamera lain dapat diakses ketika terjadi peristiwa yang memerlukan pengecekan. Kamera digunakan untuk membantu petugas memahami kondisi lapangan sebelum menentukan sumber daya dan tindakan yang dibutuhkan.
Selain telepon 112, warga juga dapat mengirim informasi melalui kanal WhatsApp 081131112112. Kanal ini memungkinkan pengiriman foto dan titik lokasi, sehingga operator memperoleh informasi awal yang lebih lengkap. Meski demikian, setiap laporan tetap perlu diverifikasi agar keputusan penanganan tidak hanya bergantung pada informasi pertama yang masuk.
Layanan cepat bergantung pada koordinasi, bukan hanya teknologi
Keberadaan CCTV dan pusat kendali hanya salah satu bagian dari sistem. Kecepatan respons tetap ditentukan oleh ketersediaan petugas, posisi armada, kepadatan lalu lintas, kapasitas rumah sakit, dan koordinasi lintas instansi. Karena itu, penambahan pos terpadu dan penguatan jaringan layanan menjadi faktor penting agar target waktu tanggap dapat dipenuhi secara konsisten.
Bagi warga, manfaat utama Command Center 112 adalah satu pintu pelaporan yang dapat menghubungkan berbagai layanan sekaligus. Pemerintah kota perlu terus membuka data kinerja, termasuk jumlah laporan, jenis kejadian, waktu respons, dan hasil penanganan, agar peningkatan layanan dapat dinilai berdasarkan hasil yang terukur.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Pemerintah Kota Surabaya — Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga Didukung 222 CCTV — diakses 12 September 2026
- Satu Data Surabaya — Pengaduan kedaruratan yang direspons kurang dari tujuh menit — diakses 12 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- Pemerintah Kota Surabaya — Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga Didukung 222 CCTV — diakses 12 September 2026
- Satu Data Surabaya — Pengaduan kedaruratan yang direspons kurang dari tujuh menit — diakses 12 September 2026
- Memorandum — Pangkas Waktu Tanggap Jadi 7 Menit, Command Center 112 Surabaya Diawasi 4.000 CCTV — diakses 12 September 2026