Daerah

Dua Kapal Inovatif UNEJ Ikuti Kontes Kapal Indonesia 2026 di Bengkalis

Foto konteks kapal permukaan otonom untuk ilustrasi teknologi kapal mahasiswa
Foto konteks empat autonomous surface vessels di University of Delaware, Amerika Serikat. Gambar ini bukan dokumentasi tim Universitas Jember maupun Kontes Kapal Indonesia 2026.Sumber gambar: Nolabob / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Dua tim Universitas Jember membawa prototipe kapal berteknologi coast guard ke Kontes Kapal Indonesia 2026 di Bengkalis. Kompetisi nasional berlangsung 13–17 September dengan enam divisi teknologi maritim, termasuk kapal otonom, kendali jarak jauh, dan kendaraan bawah air.

JEMBER — Dua tim mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Sagara Pandhalungan dan Clarion, membawa prototipe kapal berteknologi coast guard ke Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau. Keikutsertaan tersebut menjadi ajang pengujian kemampuan mahasiswa dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan teknologi kelautan dalam kompetisi tingkat nasional.

UNEJ menjelaskan bahwa masing-masing tim beranggotakan lima anggota inti dan dua anggota pendukung. Kampus juga mengirim dua dosen pembimbing serta dua pendamping kemahasiswaan. Pengembangan prototipe dilakukan sekitar tiga hingga empat bulan, mencakup proses desain, pemilihan komponen, pembangunan, pengujian, dan penyempurnaan sistem sebelum kompetisi.

KKI 2026 mempertandingkan enam divisi teknologi maritim

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan KKI 2026 berlangsung pada 13–17 September 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis. Kompetisi mempertandingkan enam divisi, yaitu Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV), Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK), serta Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK).

Pada 15 September, agenda resmi kompetisi memasuki lomba desain inovasi kapal coast guard untuk kategori IDK dan ISPK, sekaligus trial kapal dan pengenalan arena bagi kategori ASV, ERC, FERC, dan ROV. Pengujian performa dijadwalkan berlanjut pada 16 September, sementara penutupan dan pengumuman pemenang direncanakan pada malam 17 September.

Mahasiswa menguji rancangan menjadi prototipe yang berfungsi

UNEJ menyebut teknologi coast guard pada prototipe kedua tim mengacu pada penerapan sistem dan metode yang digunakan kapal penjaga pantai untuk mendukung pengawasan, patroli, keselamatan, pencarian dan pertolongan, serta perlindungan wilayah perairan. Fokus kompetisi bukan hanya pada bentuk kapal, tetapi juga pada kemampuan sistem bekerja sesuai misi yang ditetapkan penyelenggara.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ Fendi Setyawan menilai kompetisi teknologi memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan pengalaman rekayasa secara langsung. Proses tersebut mencakup pemecahan masalah teknis, pengujian desain, dan evaluasi performa ketika prototipe berhadapan dengan karya dari perguruan tinggi lain.

Belmawa menyatakan KKI dirancang sebagai ruang pembelajaran, eksperimen, kolaborasi, dan inovasi teknologi maritim. Pada penyelenggaraan 2026, daftar peserta mencakup puluhan entri di berbagai divisi, sehingga kompetisi menjadi tempat mahasiswa menguji kemampuan lintas disiplin mulai dari konstruksi, sistem kendali, pemrograman, permesinan, kelistrikan, hingga pengembangan kapal otonom dan kendaraan bawah air.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.