Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Rob Pesisir Jatim 20–30 September, Surabaya Barat Perlu Waspada

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai foto konteks kewaspadaan banjir pesisir dan pasang laut
Foto konteks Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Gambar ini bukan dokumentasi banjir rob pada 20 September 2026.Sumber gambar: Muhammad Arsy Habilah / Wikimedia Commons · CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication

BMKG memperingatkan potensi banjir pesisir di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 20–30 September 2026. Surabaya Barat, termasuk Kalianak dan Krembangan, masuk area yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

SURABAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan adanya potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 20–30 September 2026. Peringatan tersebut berkaitan dengan peningkatan muka air laut maksimum menjelang fase bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 26 September.

Untuk Surabaya, wilayah pesisir barat seperti Kalianak dan Krembangan disebut perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode 20–30 September. Di Banyuwangi, potensi rob diperkirakan meningkat pada 27–30 September. Peringatan ini menunjukkan adanya potensi genangan, bukan kepastian bahwa seluruh wilayah tersebut akan mengalami banjir pada waktu yang sama.

Warga pesisir diminta memantau pasang dan kondisi lokal

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, pengelola pelabuhan, serta pelaku usaha yang beraktivitas dekat garis pantai untuk mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut. Kondisi aktual dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi bentuk garis pantai, ketinggian daratan, saluran air, tanggul, angin, dan waktu pasang tertinggi.

Prakiraan cuaca perairan BMKG untuk kawasan Surabaya–Bangkalan pada 20 September menunjukkan kondisi laut yang relatif rendah untuk tinggi gelombang di perairan setempat, tetapi risiko rob tidak ditentukan oleh gelombang saja. Pasang maksimum dapat tetap mendorong air masuk ke kawasan rendah di pesisir, terutama bila saluran pembuangan tidak bekerja optimal atau terjadi bersamaan dengan hujan.

Konteks kerentanan Surabaya Barat juga pernah dijelaskan Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot menyebut kawasan seperti Kalianak, Krembangan, Asemrowo, dan Tambak Langon membutuhkan penguatan infrastruktur pengendali air, termasuk pintu air dan rumah pompa. Informasi tersebut merupakan konteks infrastruktur dan tidak berarti semua titik akan tergenang dalam periode peringatan kali ini.

Langkah sederhana untuk mengurangi risiko

Masyarakat dapat mengurangi risiko dengan menghindari memarkir kendaraan di titik yang biasa tergenang saat pasang, mengamankan barang penting di tempat lebih tinggi, memeriksa saluran di sekitar rumah atau tempat usaha, serta menyiapkan rute alternatif bila akses pesisir terganggu. Nelayan dan operator kapal kecil juga perlu memeriksa pembaruan prakiraan sebelum beraktivitas.

Pelaku usaha di kawasan pergudangan dan pelabuhan disarankan memperhatikan waktu pasang tertinggi karena genangan dapat mengganggu akses kendaraan, bongkar muat, dan aktivitas logistik. Informasi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan otoritas pelabuhan perlu menjadi rujukan utama bila kondisi lapangan berubah.

Warta Nusa Raya akan memperbarui informasi apabila BMKG atau pemerintah daerah mengeluarkan perubahan periode peringatan, laporan genangan aktual, penutupan akses, atau langkah penanganan baru. Sampai ada laporan lapangan yang terverifikasi, artikel ini membedakan dengan jelas antara potensi rob dan kejadian banjir yang benar-benar terjadi.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.