Nasional

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Puncak 11.14 WIB, Mengapa Tak Terlihat di Indonesia?

Bulan mengalami gerhana sebagian dengan sebagian piringannya berada dalam bayangan Bumi
Foto Stordoff tentang gerhana Bulan sebagian dari Sheffield, Inggris, pada 31 Desember 2009. Hanya ilustrasi gerhana, bukan dokumentasi peristiwa 28 Agustus 2026.Sumber gambar: Stordoff / Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 mencapai puncak pukul 11.14.04 WIB. BMKG menjelaskan fenomena ini tidak dapat diamati langsung dari Indonesia karena Bulan berada di bawah ufuk saat rangkaian gerhana berlangsung.

JAKARTA — Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 mencapai puncak pukul 11.14.04 WIB. Peristiwa itu telah berlalu dan tidak dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia. Artikel ini merupakan arsip penjelasan jadwal dan visibilitas fenomena, bukan informasi tentang gerhana yang sedang terjadi saat ini.

BMKG menjelaskan Indonesia sedang berada pada pagi hingga siang hari ketika rangkaian gerhana berlangsung, sehingga Bulan berada di bawah ufuk bagi pengamat di wilayah ini. Perbedaan zona waktu tidak mengubah posisi Bulan relatif terhadap horizon lokal; waktu yang dinyatakan dalam WIB hanya membantu menyamakan jadwal.

Urutan fase gerhana menurut BMKG

Fase penumbra mulai pada pukul 08.23.55 WIB, kemudian fase sebagian dimulai ketika Bulan memasuki umbra pada 09.33.48 WIB. Puncak terjadi pada 11.14.04 WIB, fase sebagian berakhir pukul 12.51.55 WIB, dan penumbra berakhir pukul 14.01.41 WIB.

Seluruh rangkaian dari kontak penumbra awal sampai akhir berlangsung sekitar lima jam 38 menit. Durasi panjang tersebut tidak berarti Bulan terlihat selama seluruh periode dari setiap lokasi. Pengamat hanya dapat menyaksikan fase ketika Bulan berada di atas ufuk dan cuaca memungkinkan.

Mengapa tidak terlihat dari Indonesia

Gerhana Bulan terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi jatuh pada piringan Bulan. Pada gerhana sebagian, hanya sebagian piringan masuk ke umbra yang lebih gelap, sedangkan bagian lain berada di penumbra atau tidak tertutup bayangan inti.

BMKG menyatakan wilayah yang dapat menyaksikan peristiwa 28 Agustus mencakup sebagian besar Amerika, Afrika, Eropa, Asia Tengah, dan Timur Tengah. Indonesia berada di luar area visibilitas langsung karena saat fase berlangsung Bulan berada di bawah horizon.

Karena itu, waktu puncak lokal tidak boleh disamakan dengan waktu pengamatan lokal. Konversi fase ke WIB, WITA, atau WIT memberi tahu kapan fenomena terjadi menurut jam setempat, bukan menjamin objek langit tampak di atas horizon dari wilayah tersebut.

Pengamatan dan penggunaan foto

BMKG menyatakan gerhana Bulan aman diamati langsung dengan mata tanpa kacamata khusus. Saat peristiwa berlangsung, lembaga itu menyarankan masyarakat Indonesia mengikuti siaran langsung kanal resmi NASA karena Indonesia tidak berada pada lintasan visibilitas.

Foto yang menyertai halaman ini adalah dokumentasi gerhana sebagian pada 31 Desember 2009 dari Sheffield, Inggris, karya Stordoff. Foto itu merupakan ilustrasi fenomena gerhana, bukan dokumentasi kejadian 28 Agustus 2026 di Indonesia. File tersedia dengan lisensi CC BY-SA 3.0 dan GFDL.

Dalam satu tahun kalender, beberapa gerhana dapat terjadi tetapi wilayah yang bisa menyaksikannya berbeda-beda. Untuk jadwal di masa mendatang, pembaca sebaiknya memeriksa informasi BMKG atau lembaga astronomi terkait karena tanggal, fase, dan wilayah visibilitas berubah pada setiap peristiwa.

Arsip ini mempertahankan angka fase yang diumumkan BMKG menjelang peristiwa tersebut. Karena tanggalnya sudah lewat, pencarian tentang fenomena mendatang perlu menggunakan jadwal terbaru, bukan menganggap informasi Agustus sebagai prakiraan aktif.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.