42 Ruas Bandung Bebas Kabel Udara, Target 85 Ruas pada 2026
Penurunan kabel udara di Bandung telah selesai pada 42 ruas hingga Agustus 2026. Target tahunannya 85 ruas; warga dan pelaku usaha di koridor berikutnya diminta berkoordinasi dengan penyedia internet.
BANDUNG — Kabel udara Bandung telah dipindahkan ke saluran bawah tanah pada 42 ruas jalan hingga 25 Agustus 2026. Pemerintah Kota Bandung menempatkan pekerjaan itu sebagai bagian dari penataan infrastruktur telekomunikasi dan ruang kota, dengan sasaran keseluruhan 85 ruas sepanjang 2026.
Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kota Bandung Indra Arief Budyana mengatakan program dimulai pada 2 Juni 2026 dari kawasan Jalan Merdeka. Daftar ruas yang telah ditangani antara lain Wastukancana, Aceh, Perintis Kemerdekaan, Tamblong, Lembong, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Manado, Tongkeng, Cimanuk, dan Cilaki.
Pemindahan kabel dilakukan setelah saluran siap
Pekerjaan tidak selesai ketika saluran bawah tanah dibangun. Menurut Diskominfo, operator telekomunikasi diberi waktu paling lama tiga bulan setelah infrastruktur pengendalian kabel tersedia untuk memindahkan jaringannya. Pada pekan pelaporan 25 Agustus, pekerjaan disebut berlanjut ke Jalan Karapitan.
Keterangan resmi Pemkot Bandung pada 22 Juni memberi konteks tahap sebelumnya. Saat itu, Wali Kota Muhammad Farhan menyebut kabel di Jalan Veteran dan Jalan Tera akan dipotong setelah penataan di kawasan Asia Afrika, sedangkan Jalan Tamblong, Merdeka, dan Lembong telah lebih dahulu ditangani.
Koordinasi operator menjadi titik penting
Perbedaan waktu antara pembangunan saluran dan pemindahan kabel membuat koordinasi dengan operator menentukan laju program. Indra menyebut kesiapan operator sebagai salah satu tantangan karena setiap jaringan harus dipindahkan setelah jalur pengendali tersedia.
Bagi pengguna, kontinuitas layanan perlu tetap dijaga selama transisi. Pemerintah dan operator perlu memberi informasi bila pekerjaan berpotensi memengaruhi koneksi, sekaligus memastikan kabel yang sudah tidak digunakan benar-benar ditertibkan agar tidak kembali menumpuk di ruang jalan.
Penataan harus terhubung dengan proyek kota lain
Pemkot juga mengaitkan pekerjaan utilitas dengan penataan jalan, trotoar, drainase, dan rencana Bus Rapid Transit. Dalam keterangan Juni, Farhan mengatakan beberapa ruas strategis belum disentuh karena pemerintah masih menyelaraskan jadwal dengan pembangunan BRT agar pekerjaan tidak dilakukan dua kali.
Karena itu, ukuran keberhasilan program bukan hanya jumlah ruas yang diumumkan. Dokumentasi jalur bawah tanah, kepatuhan operator pada tenggat, pemeliharaan akses utilitas, dan minimnya gangguan layanan menjadi unsur yang perlu dipantau saat target 85 ruas diteruskan.
Warga dan pemilik usaha di koridor berikutnya diminta menghubungi penyedia layanan internet sebelum pekerjaan dimulai. Pemkot menyarankan usaha yang membutuhkan koneksi tanpa jeda menyiapkan akses cadangan, terutama di ruas panjang seperti Gatot Subroto, Ahmad Yani, Sudirman, Karapitan, dan Cihampelas. Jadwal aktual perlu dicek melalui Pemkot atau ISP karena dapat berubah mengikuti kesiapan saluran dan operator.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- ANTARA — Pemkot Bandung tuntaskan penurunan kabel udara di 42 ruas jalan — diakses 9 September 2026
- Diskominfo Kota Bandung — Penataan kabel udara dan infrastruktur telekomunikasi — diakses 9 September 2026
- Portal Jabar — Hingga Agustus 2026, penurunan kabel di Kota Bandung tuntas di 42 ruas jalan — diakses 28 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- ANTARA — Pemkot Bandung tuntaskan penurunan kabel udara di 42 ruas jalan — diakses 9 September 2026
- Diskominfo Kota Bandung — Penataan kabel udara dan infrastruktur telekomunikasi — diakses 9 September 2026
- Portal Jabar — Hingga Agustus 2026, penurunan kabel di Kota Bandung tuntas di 42 ruas jalan — diakses 28 September 2026