Daerah

Jatim Petakan SMK Pertanian dan Perikanan, Model Tulungagung Hasilkan 3,5 Ton Melon

Dokumentasi Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung dengan budidaya melon sebagai konteks pendidikan pertanian vokasi
Dokumentasi peninjauan Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung pada Mei 2026. Digunakan sebagai visual konteks pengembangan pendidikan vokasi pertanian dan perikanan.Sumber gambar: Bakorwil Bojonegoro / Pemprov Jawa Timur · Sumber resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Dinas Pendidikan Jawa Timur akan memetakan SMK yang memiliki konsentrasi pertanian, perkebunan, dan perikanan. SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu contoh lewat budidaya melon berbasis hidroponik dan AutoGrow yang menghasilkan sekitar 3,5 ton pada panen perdana.

SURABAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan pemetaan sekolah menengah kejuruan yang memiliki konsentrasi keahlian di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Pemetaan itu diarahkan untuk memperkuat pembelajaran vokasi sesuai potensi masing-masing sekolah, sekaligus mendorong kegiatan belajar agar terhubung dengan produksi dan kewirausahaan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa sekolah tidak cukup hanya menjadikan lahan dan fasilitas praktik sebagai tempat latihan. Menurutnya, penguatan SMK bidang pangan perlu menghasilkan produk nyata serta membangun hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. Arah tersebut juga diharapkan memberi pengalaman kepada siswa dalam mengelola proses produksi sampai pemasaran.

SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu model

Salah satu contoh yang disorot Dindik Jatim adalah SMKN 1 Tulungagung. Sekolah itu mengembangkan budidaya Melon Inthanon dengan sistem hidroponik Nutrient Film Technique yang terintegrasi dengan AutoGrow System. Greenhouse utama memiliki luas sekitar 949 meter persegi dengan kapasitas sekitar 2.350 tanaman, sedangkan panen perdana menghasilkan sekitar 3,5 ton melon.

Teknologi AutoGrow memungkinkan siswa memantau kondisi tanaman melalui telepon seluler, termasuk kelembapan dan perkembangan tanaman. Selain Melon Inthanon, sekolah juga mengembangkan Melon Diva 15 pada greenhouse lain seluas sekitar 160 meter persegi. Kegiatan tersebut melibatkan siswa dari konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sehingga proses belajar berlangsung langsung pada kegiatan produksi.

Pengembangan pertanian modern di sekolah diperkuat melalui kemitraan dengan dunia industri. Dalam budidaya melon, SMKN 1 Tulungagung bekerja sama dengan Vertindo Semarang untuk pendampingan teknologi dan teknik budidaya. Siswa juga memperoleh pengalaman praktik kerja lapangan serta belajar menjaga kualitas hasil panen sebelum produk dipasarkan.

Dari praktik sekolah menuju pengalaman usaha

Dindik Jatim ingin pola pembelajaran seperti itu tidak berhenti pada kemampuan teknis. Siswa juga diarahkan memahami bagaimana produk dikelola, dinilai kualitasnya, dipasarkan, dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Pendekatan tersebut sejalan dengan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan atau SIKAP yang sebelumnya dikembangkan di lingkungan pendidikan Jawa Timur.

Program SIKAP memanfaatkan potensi lahan sekolah untuk kegiatan produktif di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Dukungan terhadap program ini sebelumnya juga datang dari DPRD Jawa Timur yang menilai praktik produksi dapat memperkuat kemandirian siswa. Dengan pemetaan SMK, Dindik Jatim kini memiliki peluang untuk menentukan sekolah mana yang dapat diperkuat sesuai karakter komoditas dan potensi daerahnya.

Tahap berikutnya akan ditentukan oleh hasil pemetaan dan bentuk penguatan yang diterapkan di masing-masing sekolah. Indikator pentingnya antara lain keberlanjutan kemitraan dengan industri, keterlibatan siswa dalam rantai produksi, penggunaan teknologi yang sesuai kebutuhan, serta kemampuan sekolah mengembangkan hasil pembelajaran menjadi produk bernilai ekonomi tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai ruang pendidikan.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.