Daerah

Kebakaran Bromo Meluas ke Jemplang, Wisata Ditutup Total

Foto konteks sabana Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Foto konteks sabana Bromo. Gambar ini bukan dokumentasi kebakaran Bromo pada September 2026.Sumber gambar: Candra Irawandi / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Kebakaran di kawasan Bromo meluas dari Sabana Pengol hingga Jemplang, Kabupaten Malang. Balai Besar TNBTS menutup total aktivitas wisata melalui empat jalur sementara pemadaman masih berlangsung.

MALANG — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas dari Sabana Pengol di Kabupaten Probolinggo hingga wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Balai Besar TNBTS menyatakan perambatan api dipengaruhi hembusan angin dan menutup total aktivitas wisata Gunung Bromo melalui empat jalur akses untuk mendukung pemadaman dan melindungi pengunjung.

Titik api diketahui mulai muncul di Sabana Pengol pada Kamis, 10 September 2026. Pada Sabtu sore, kebakaran bergerak hingga Jemplang. Pembaruan lapangan pada Minggu, 13 September, menyebut api belum sepenuhnya padam dan penanganan masih dilakukan oleh tim gabungan.

Empat jalur wisata Bromo ditutup total

Penutupan total dituangkan Balai Besar TNBTS dalam Pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026. Jalur yang ditutup meliputi Jemplang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, dan Senduro di Kabupaten Lumajang. Kebijakan ini merupakan perluasan dari penutupan sebagian akses sebelumnya ketika kebakaran masih terfokus di Sabana Pengol.

Balai Besar TNBTS sebelumnya menutup pintu masuk Jemplang agar proses pemadaman dapat berjalan tanpa terganggu aktivitas wisata. Setelah api berkembang ke arah Jemplang, pengelola memperluas pembatasan menjadi penutupan total kawasan wisata Bromo. Pengunjung diminta tidak mendekati lokasi kebakaran dan mengikuti informasi resmi pengelola kawasan.

Angin menyulitkan pemadaman di medan terbuka

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan bahwa angin menjadi salah satu faktor yang mendorong perluasan api. Area sabana dan perbukitan terbuka membuat arah perambatan dapat berubah cepat, sehingga tim lapangan harus menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi angin dan medan.

Liputan lapangan tvOne pada Minggu siang mencatat asap tebal dan api telah bergerak hingga sekitar Pos Jemplang, sementara upaya pemadaman masih berlangsung. Informasi lapangan tersebut memperkuat keterangan TNBTS bahwa kebakaran telah berkembang dari titik awal di Pengol menuju wilayah Malang.

Luas area yang terbakar tidak dicantumkan dalam artikel ini karena belum ditemukan angka final yang konsisten dari sumber resmi pada pembaruan yang diperiksa. Demikian pula penyebab awal kebakaran belum boleh disimpulkan tanpa hasil pemeriksaan otoritas. Fokus informasi yang telah terverifikasi adalah perluasan lokasi, pengaruh angin, penutupan wisata, dan operasi pemadaman yang masih berjalan.

Karena situasi kebakaran masih aktif, status akses wisata dapat berubah mengikuti hasil penanganan di lapangan. Calon pengunjung sebaiknya memeriksa kanal resmi Balai Besar TNBTS sebelum menuju kawasan Bromo dan tidak menggunakan informasi lama mengenai jalur yang sebelumnya masih dibuka.

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.