Daerah

Kebakaran Gunung Arjuno, Seluruh Jalur Arjuno-Welirang Ditutup dan Pendaki Dievakuasi

Gunung Arjuno di Jawa Timur terlihat dari kejauhan
Gunung Arjuno di Jawa Timur sebagai foto konteks kawasan yang mengalami kebakaran hutan; foto bukan dokumentasi titik api pada Agustus 2026.Sumber gambar: Thank You (25 Millions ) views / Wikimedia Commons · CC BY 4.0

Kebakaran Gunung Arjuno memicu penutupan total jalur pendakian Arjuno-Welirang. Pengelola mengevakuasi pendaki, melarang pendakian baru, dan mengerahkan tiga tim gabungan ke kawasan pemadaman.

PASURUAN — Kebakaran Gunung Arjuno membuat seluruh jalur pendakian Arjuno-Welirang ditutup sementara pada 19 Agustus 2026. UPT Tahura Raden Soerjo mengevakuasi pendaki yang sudah berada di kawasan dan melarang calon pendaki naik agar operasi pemadaman dapat berlangsung tanpa menambah risiko keselamatan.

Keterangan UPT Tahura Raden Soerjo yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada 20 Agustus menyebut titik api terpantau di atas kawasan Pondokan pada jalur Arjuno via Tretes, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Titik itu terdeteksi pada dini hari 19 Agustus dan hanya dapat dicapai petugas dengan berjalan kaki karena medannya terjal.

Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini menyatakan pendaki yang naik sehari sebelumnya diminta turun, sedangkan calon pendaki yang datang saat penanganan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh jalur menuju kompleks Arjuno-Welirang, bukan hanya jalur Tretes yang dekat dengan titik api.

Pengumuman resmi bernomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026 menyebut kebakaran terjadi pada 18 Agustus dan penutupan mulai berlaku 19 Agustus sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dua keterangan yang tersedia tidak merinci alasan perbedaan penyebutan tanggal, sehingga masing-masing tanggal perlu dibaca sesuai konteks kejadian dan pemantauan yang dicantumkan.

Pengelola menyediakan penjadwalan ulang bagi pemegang tiket setelah jalur resmi kembali dibuka. Persetujuan tanggal pengganti tetap bergantung pada kuota harian, sehingga calon pendaki perlu menyimpan bukti transaksi dan mengikuti kanal resmi Tahura Raden Soerjo sebelum menyusun ulang perjalanan.

Tiga tim bergerak ke area pemadaman

Tiga tim gabungan dari Resort Pasuruan, BKSDA, relawan, dan unsur terkait bergerak dari Posko Tretes menuju Lembah Kidang serta Lapangan Kota. Medan yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat membuat peralatan dan kebutuhan personel harus dibawa secara manual menuju area penanganan.

Ketika keterangan disampaikan pada 20 Agustus, luas lahan yang terbakar belum dihitung karena fokus awal berada pada pemadaman dan pengamanan kawasan. Calon pendaki perlu menunggu pengumuman pembukaan kembali; keberhasilan memadamkan api belum otomatis berarti jalur aman sebelum pemeriksaan bara, cuaca, dan kondisi lintasan selesai.

Penutupan jalur juga berfungsi mencegah bertambahnya beban evakuasi saat petugas masih menangani kebakaran. Pendaki yang telah memiliki rencana perjalanan perlu memeriksa status jalur sebelum berangkat dan tidak mengandalkan informasi lama dari komunitas atau unggahan media sosial. Setelah api dinyatakan padam, pengelola masih perlu menilai kestabilan jalur, pohon rawan tumbang, sisa bara, kualitas udara, dan kesiapan pos sebelum pembukaan kembali dapat dianggap aman.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.