Revitalisasi 100 Ribu Sekolah Ditargetkan 2027, Ini Prioritas dan Skema Pelaksanaannya
Pemerintah menargetkan revitalisasi 100 ribu satuan pendidikan pada 2027. Program tetap menggunakan skema swakelola dan memprioritaskan sekolah yang belum tuntas diperbaiki, wilayah 3T, serta sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan.
JAKARTA — Pemerintah menargetkan program revitalisasi satuan pendidikan menjangkau 100 ribu sekolah pada 2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan pelaksanaan tahun depan tetap melanjutkan pola yang digunakan pada 2026, dengan fokus pada sekolah yang masih membutuhkan perbaikan dan pemerataan sarana belajar.
Skema swakelola akan tetap digunakan. Dengan model ini, pelaksanaan renovasi atau pembangunan dilakukan oleh satuan pendidikan dengan dukungan masyarakat setempat, sementara pemerintah daerah dan dinas pendidikan berperan dalam pengawasan. Pendekatan tersebut ditujukan agar proses perbaikan sekolah tidak hanya mempercepat penanganan sarana, tetapi juga memberi dampak ekonomi di lingkungan sekitar.
Wilayah 3T dan sekolah yang belum tuntas menjadi prioritas
Untuk 2027, prioritas diarahkan kepada sekolah yang program revitalisasinya belum selesai pada tahun berjalan, satuan pendidikan di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar, serta sekolah dengan kondisi fisik yang masih memerlukan penanganan. Pemerintah juga mempertahankan perhatian pada kualitas pengelolaan karena tidak semua kepala sekolah memiliki pengalaman yang sama dalam mengelola pekerjaan fisik dan anggaran.
Target 100 ribu sekolah sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang sebelumnya diumumkan pemerintah. Kemendikdasmen mencatat program revitalisasi diperluas secara bertahap untuk memperbaiki kualitas bangunan sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, bersih, dan layak.
Pengawasan daerah menjadi bagian penting
Karena skema swakelola memberi peran besar kepada masing-masing satuan pendidikan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan. Pengawasan dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan sesuai kebutuhan, anggaran digunakan efektif, dan hasil perbaikan benar-benar meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Program revitalisasi sekolah pada 2027 juga berjalan beriringan dengan agenda digitalisasi pembelajaran. Kombinasi perbaikan sarana fisik dan penguatan fasilitas belajar digital diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dan memperkuat layanan dasar pendidikan secara lebih merata.
Target 100 ribu sekolah perlu dipisahkan dari jumlah proyek yang sudah memiliki lokasi, anggaran, kontrak, dan progres fisik. Bagi orang tua serta sekolah, informasi yang paling berguna adalah prioritas bangunan yang diperbaiki, jadwal pekerjaan, standar keselamatan, serta bagaimana kegiatan belajar tetap berjalan selama konstruksi. Publikasi progres per daerah dan tingkat penyelesaian akan membantu masyarakat menilai apakah skema swakelola mempercepat perbaikan sekaligus menjaga kualitas hasil.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- DetikEdu — Pemerintah Akan Revitalisasi 100 Ribu Sekolah pada 2027, Skema Masih Swakelola — diakses 4 September 2026
- Kemendikdasmen — Program Prioritas Nasional Bidang Pendidikan Tahun 2027 — diakses 4 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- DetikEdu — Pemerintah Akan Revitalisasi 100 Ribu Sekolah pada 2027, Skema Masih Swakelola — diakses 4 September 2026
- Metro TV News — Mendikdasmen: Presiden akan Merevitalisasi 100 Ribu Satuan Pendidikan Tahun Depan — diakses 4 September 2026
- Kemendikdasmen — Program Prioritas Nasional Bidang Pendidikan Tahun 2027 — diakses 4 September 2026