Demo di DPR Memanas, Polisi Kerahkan Water Cannon dan Massa Berangsur Bubar
Aksi di depan Gedung DPR RI memanas pada Kamis malam setelah sebagian massa melempar benda dan merusak pagar. Polisi mengerahkan water cannon; massa kemudian berangsur meninggalkan kawasan Senayan.
JAKARTA — Aksi unjuk rasa di depan kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, memanas pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Rekaman video yang diterima redaksi Warta Nusa Raya memperlihatkan kerumunan, kobaran api di sekitar pagar, serta aparat yang berupaya mengendalikan situasi.
Redaksi mencocokkan rekaman tersebut dengan laporan lapangan dari sejumlah sumber untuk memastikan waktu, lokasi, dan urutan peristiwa. Kericuhan terjadi setelah mayoritas peserta aksi damai berangsur meninggalkan kawasan parlemen. Menjelang malam, sebagian orang yang masih bertahan melempar batu dan botol serta berusaha merusak pagar gerbang kompleks DPR.
Water cannon dikerahkan sekitar pukul 19.00 WIB
Polisi mulai menyemprotkan air dari dalam kompleks DPR sekitar pukul 18.58 WIB. Dua kendaraan water cannon kemudian dikerahkan untuk mendorong mundur kerumunan. Setelah gerbang utama dibuka dan barikade petugas dibentuk, massa terpecah ke arah Pejompongan, Slipi, dan Senayan.
Sekitar pukul 19.05 WIB, konsentrasi massa di depan DPR mulai berkurang. Meski titik utama aksi berangsur kosong, Jalan Gatot Subroto dan ruas Tol Dalam Kota arah Slipi masih mengalami penutupan serta pengalihan arus secara situasional.
Aksi damai dan kericuhan malam harus dibedakan
Sejak siang, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu bersama mahasiswa dan kelompok masyarakat lain menyampaikan tuntutan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penguatan pemberantasan korupsi. Perwakilan AMPB juga telah diterima pimpinan DPR dan memperoleh komitmen target penyelesaian rancangan undang-undang tersebut pada Desember 2026.
Rangkaian aksi damai itu tidak dapat serta-merta disamakan dengan kericuhan yang terjadi pada malam hari. Belum ada dasar terverifikasi untuk menyebut seluruh peserta demonstrasi terlibat dalam perusakan. Identitas dan peran pihak yang melakukan kekerasan tetap harus ditentukan melalui pemeriksaan aparat serta pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Situasi berangsur terkendali
Menjelang pukul 22.30 WIB, massa telah berangsur membubarkan diri setelah tindakan pengendalian oleh polisi. Aparat masih berjaga dan melakukan penyisiran di sekitar Jalan Gatot Subroto. Hingga artikel ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai adanya korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
Pada malam kejadian, pengguna jalan disarankan menghindari kawasan DPR, Gatot Subroto, Slipi, dan Pejompongan sampai arus lalu lintas dinyatakan normal. Masyarakat juga perlu memeriksa waktu dan lokasi setiap rekaman sebelum membagikannya agar video dari peristiwa lain tidak tercampur dengan kejadian 27 Agustus 2026.
Catatan penutupan jalan dan anjuran menghindari Senayan dalam laporan ini berlaku pada malam kejadian 27 Agustus 2026. Pembaca yang mencari kondisi lalu lintas saat ini perlu merujuk pembaruan resmi terbaru; kronologi lama bukan pemberitahuan penutupan jalan yang masih berlaku.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Suara Surabaya — Polisi semprot water cannon, massa dipukul mundur — diakses 27 Agustus 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- ANTARA — Massa aksi mulai membubarkan diri dari depan Gedung DPR — diakses 27 Agustus 2026
- Kumparan — Massa di depan DPR bubar, Tol Dalam Kota masih ditutup — diakses 27 Agustus 2026
- Suara Surabaya — Polisi semprot water cannon, massa dipukul mundur — diakses 27 Agustus 2026
- ANTARA — Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB — diakses 27 Agustus 2026