PLN Perkuat Pasokan Listrik MRT Jakarta Fase 2A dari Dua Gardu Induk
PLN memperkuat skema pasokan listrik untuk MRT Jakarta Fase 2A dengan dukungan dua gardu. Infrastruktur kelistrikan menjadi lapisan penting bagi utilitas stasiun, sistem keselamatan dan kebutuhan traksi kereta pada perpanjangan koridor menuju Kota.
JAKARTA — PLN menyatakan pasokan listrik MRT Jakarta Fase 2A akan diperkuat melalui Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear Menteng. Kesiapan itu dibahas ketika tim PLN meninjau pembangunan Stasiun Monas pada 20 Agustus 2026 untuk melihat kebutuhan kelistrikan perpanjangan jalur dari Bundaran HI menuju Kota.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat Himmel Sihombing mengatakan infrastruktur transmisi yang memasok MRT perlu berada dalam kondisi optimal. Keterangan tertulis PLN pada 21 Agustus menyebut kedua gardu tersebut akan melengkapi sistem kelistrikan yang telah mendukung MRT Jakarta Fase 1.
Dua gardu menopang pengembangan fase baru
GI Karet Lama dan GIS Menteng merupakan dua titik infrastruktur yang disebut PLN untuk mendukung Fase 2A. Artikel sumber tidak merinci kapasitas tambahan, konfigurasi cadangan, jadwal energisasi, atau hasil pengujian sistem, sehingga kesiapan operasi jalur baru belum dapat disimpulkan hanya dari kunjungan tersebut.
Keandalan listrik tetap penting karena operasi MRT tidak hanya memerlukan energi untuk kereta. Stasiun bawah tanah juga menggunakan listrik bagi penerangan, ventilasi, eskalator, lift, komunikasi, persinyalan, pengendalian operasi, dan berbagai perangkat keselamatan. Setiap subsistem masih harus melalui integrasi dan pengujian sebelum layanan dibuka.
Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah
MRT Jakarta mencatat Fase 2A memiliki jalur sekitar 5,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Kota. Tujuh stasiun bawah tanah yang dibangun ialah Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Pekerjaan sipil dibagi ke tiga paket: CP201 untuk Thamrin–Monas, CP202 untuk Harmoni–Sawah Besar–Mangga Besar, serta CP203 untuk Glodok–Kota. Paket CP205 menangani sistem perkeretaapian dan rel, sementara CP206 mencakup pengadaan kereta dan CP207 sistem pembayaran.
Laman proyek MRT Jakarta juga mencatat CP205 sebagai paket electrical mechanical systems and trackwork. Karena itu, kesiapan dua gardu PLN perlu dibaca bersama integrasi sistem perkeretaapian, rel, stasiun, persinyalan, dan perangkat keselamatan; satu komponen yang siap belum dengan sendirinya berarti jalur baru telah siap beroperasi.
Jadwal operasi tetap mengikuti kesiapan proyek
Laman resmi MRT Jakarta yang diperbarui 1 September 2026 membagi Fase 2A menjadi segmen Bundaran HI–Harmoni dan Harmoni–Kota. Segmen pertama direncanakan selesai pada 2027, sedangkan segmen kedua ditargetkan pada 2029. Jadwal itu merupakan target proyek dan dapat berubah mengikuti pelaksanaan konstruksi serta pengujian.
Bagi calon penumpang, penguatan pasokan baru memberi manfaat ketika seluruh pekerjaan sipil, rel, kelistrikan, sinyal, kereta, dan prosedur keselamatan telah terintegrasi. Foto utama artikel ini adalah kereta MRT di Depo Lebak Bulus sebagai foto konteks, bukan dokumentasi pekerjaan Fase 2A atau kunjungan PLN.
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- Kompas.com — PLN perkuat pasokan listrik untuk MRT Jakarta Fase 2A (21 Agustus 2026) — diakses 10 September 2026
- MRT Jakarta — Fase 2A Lin Utara Selatan (diperbarui 1 September 2026) — diakses 10 September 2026
- MRT Jakarta — Fase 2: perkembangan konstruksi dan paket sistem Fase 2A — diakses 23 September 2026