Rekrutmen AI Masuk Makassar Job Fair, Penyaringan CV Dijanjikan Lebih Cepat
Platform Talenika memperkenalkan proses rekrutmen berbasis AI di Makassar Job Fair 2026. Sistem diklaim dapat mempercepat penyaringan CV; manfaat efisiensi perlu dibarengi transparansi kriteria, perlindungan data, dan ruang koreksi manusia.
MAKASSAR — Rekrutmen AI mulai diperkenalkan kepada pencari kerja di Makassar Job Fair 2026. PT Gunung Samudera Internasional melalui platform Talenika.com menyatakan kecerdasan buatan digunakan untuk membantu penyaringan CV dan mempertemukan kandidat dengan kebutuhan perusahaan.
Talenika menyebut platformnya telah beroperasi sejak Mei 2026 dan mengikuti bursa kerja Makassar pada 19–20 Agustus. Klaim bahwa sistem dapat memangkas waktu seleksi berasal dari perusahaan pengembang dan perlu dibaca sebagai klaim produk, bukan hasil audit independen.
Rekrutmen AI mempercepat screening, tetapi kriterianya harus dapat dijelaskan
Dalam proses rekrutmen, AI dapat membantu membaca CV, mengelompokkan pengalaman dan keterampilan, lalu menyusun kandidat yang dianggap sesuai. Efisiensi ini berguna ketika perusahaan menerima ratusan atau ribuan lamaran dalam waktu singkat.
Namun keputusan otomatis juga membawa risiko. Kriteria yang terlalu sempit dapat menyingkirkan kandidat dengan jalur karier nonlinier, pengalaman informal, atau format CV yang tidak biasa. Karena itu, hasil penyaringan sebaiknya menjadi alat bantu perekrut, bukan satu-satunya dasar keputusan.
Data pelamar menjadi bagian penting tata kelola teknologi HR
CV memuat data pribadi seperti identitas, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, kontak, dan terkadang informasi sensitif lain. Platform rekrutmen perlu menjelaskan tujuan pemrosesan data, masa penyimpanan, akses pihak ketiga, serta mekanisme penghapusan atau koreksi.
Dalam konteks Indonesia, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi memberi kerangka hukum untuk pemrosesan data pribadi, termasuk informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang secara langsung maupun tidak langsung. Untuk proses rekrutmen berbasis AI, pelamar perlu mendapat penjelasan yang mudah dipahami mengenai data apa yang dipakai, tujuan pemrosesan, berapa lama data disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, bagaimana meminta koreksi atau penghapusan, serta apakah profil atau skor otomatis akan ditinjau kembali oleh manusia. Kecepatan screening tidak menghapus tanggung jawab pengelola sistem terhadap keamanan dan akuntabilitas data pelamar. Perekrut juga perlu menyediakan jalur yang jelas bagi kandidat untuk meminta koreksi ketika data atau hasil pencocokan tidak akurat.
Makassar Job Fair 2026 sendiri melibatkan sekitar 50 perusahaan, 344 jenis lowongan dan kebutuhan 1.547 tenaga kerja. Besarnya jumlah pelamar membuat teknologi penyaringan menarik, tetapi kualitas pencocokan tetap bergantung pada data dan desain proses.
Perubahan ini relevan dengan tantangan pengangguran lulusan perguruan tinggi. Teknologi dapat mempercepat pertemuan pelamar dan perusahaan, tetapi tidak boleh menciptakan kotak hitam baru yang membuat kandidat tidak memahami mengapa mereka tersisih.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- JDIH Kemkomdigi — Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi — diakses 23 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- ANTARA Makassar — Talenika hadirkan revolusi rekrutmen AI di Job Fair Makassar — diakses 21 Agustus 2026
- IDN Times Sulsel — Upaya Tekan Pengangguran, Job Fair Makassar Buka 1.547 Lowongan — diakses 21 Agustus 2026
- JDIH Kemkomdigi — Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi — diakses 23 September 2026