Asap Karhutla Kalteng Hambat Operasi Modifikasi Cuaca, Jarak Pandang Jadi Kendala
Kabut asap akibat karhutla membatasi jarak pandang di Kalimantan Tengah dan menghambat penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca, sementara operasi darat dan udara terus diperkuat.
PALANGKA RAYA — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah menghadapi kendala jarak pandang akibat kabut asap. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan pesawat OMC membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter agar dapat terbang, sementara kondisi udara di sejumlah wilayah belum memenuhi kebutuhan keselamatan penerbangan.
Kendala tersebut muncul ketika penanganan karhutla di Kalimantan Tengah sedang diperkuat. Laporan harian SIRINE Karhutla Kalteng yang dipublikasikan Multimedia Center Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada 20 September mencatat 10.700 personel gabungan disiagakan, dengan dukungan enam helikopter water bombing dan satu pesawat untuk operasi udara, OMC, serta patroli.
Asap membatasi operasi udara
Agustiar mengatakan keterbatasan jarak pandang membuat penerbangan pesawat OMC belum dapat dimaksimalkan. Keterangan serupa mengenai kebutuhan jarak pandang sekitar 5.000 meter juga sejalan dengan kondisi operasional penerbangan visual di Kalimantan Tengah. Di Muara Teweh, pengelola Bandara Haji Muhammad Sidik sebelumnya menjelaskan penerbangan membutuhkan visibility sekitar 5.000 meter lebih, sementara kabut asap sempat menekan jarak pandang jauh di bawah batas tersebut.
OMC merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan pembasahan lahan dan mendukung pemadaman karhutla. Data BMKG mencatat operasi pembasahan gambut dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berlangsung dalam beberapa periode pada 2026, termasuk operasi 6–19 September dengan dukungan BNPB. BNPB pada 11 September juga menyatakan OMC di Kalimantan Tengah akan dilaksanakan berkelanjutan sesuai kebutuhan penanganan.
Operasi darat tetap diperkuat
Ketika penerbangan OMC terkendala, pemadaman darat dan water bombing tetap menjadi bagian penting dari respons. Laporan Pemprov Kalteng menyebut tim gabungan menangani 64 kejadian karhutla dalam 24 jam dan melakukan pemadaman pada area total 35,11 hektare. Pemerintah daerah juga menyiapkan 169 lokasi Rumah Oksigen di 13 kabupaten dan satu kota untuk masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap.
Kementerian Kehutanan pada 20 September menyatakan pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah diperkuat setelah pemantauan menunjukkan kenaikan hotspot berkepercayaan tinggi. Operasi yang dijalankan mencakup pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, dan pendinginan sesuai kondisi lapangan. Data hotspot merupakan indikator panas dari pemantauan satelit dan tidak otomatis sama dengan jumlah kejadian kebakaran.
Keselamatan penerbangan dan penanganan asap
Kondisi ini menunjukkan penanganan karhutla bergantung pada kombinasi operasi darat, dukungan udara, pemantauan cuaca, dan kesempatan atmosfer yang memungkinkan OMC dilakukan secara aman. Selama jarak pandang belum memadai, keselamatan penerbangan menjadi batas operasional yang tidak dapat diabaikan.
Perkembangan yang perlu dipantau berikutnya adalah perubahan jarak pandang, kualitas udara, jumlah hotspot, kejadian kebakaran aktif, serta kapan armada OMC dapat kembali beroperasi secara optimal. Angka-angka tersebut dapat berubah cepat sehingga pembaruan resmi dari pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, BNPB, dan BMKG menjadi rujukan utama untuk menilai kondisi lapangan.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Multimedia Center Kalimantan Tengah — Respon Cepat Karhutla Kalteng — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- Kementerian Kehutanan — Hotspot Nasional Meningkat, Pengendalian Kalteng Diperkuat — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- BMKG — Operasi Modifikasi Cuaca — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- BNPB — Tekan Karhutla di Kalteng, BNPB Operasikan Modifikasi Cuaca — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- Multimedia Center Kalimantan Tengah — Respon Cepat Karhutla Kalteng — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- detikKalimantan — OMC Kalteng Terkendala Jarak Pandang — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- Kementerian Kehutanan — Hotspot Nasional Meningkat, Pengendalian Kalteng Diperkuat — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- BMKG — Operasi Modifikasi Cuaca — diakses 21 September 2026 07.45 WIB
- BNPB — Tekan Karhutla di Kalteng, BNPB Operasikan Modifikasi Cuaca — diakses 21 September 2026 07.45 WIB