Sekolah Rakyat 2026 Jangkau 44 Ribu Anak, Ini Cara Peserta Ditentukan
Kementerian Sosial menyatakan program Sekolah Rakyat pada 2026 telah menjangkau lebih dari 44.000 anak jenjang SD hingga SMA dari keluarga miskin, dengan 182 sekolah dan penetapan peserta berbasis DTSEN.
JAKARTA — Kementerian Sosial menyatakan lebih dari 44.000 anak jenjang SD, SMP, hingga SMA dari keluarga miskin telah memperoleh akses pendidikan gratis melalui perluasan program Sekolah Rakyat pada 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial Devi Deliani menyebut jangkauan program kini mencakup 182 sekolah. Jumlah itu meningkat dibanding tahap awal yang mencakup 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik. Pemerintah menempatkan perluasan daya tampung sebagai bagian dari upaya mencegah kondisi ekonomi keluarga menjadi penghalang anak kembali ke sekolah.
Peserta ditetapkan menggunakan DTSEN
Penentuan penerima manfaat menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Menurut keterangan Kemensos, setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat sehingga proses seleksi dapat diarahkan kepada keluarga yang menjadi sasaran program. Penggunaan basis data tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi ketidaktepatan penerima manfaat.
Perluasan program berlangsung pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Data yang diumumkan pemerintah menunjukkan peningkatan jangkauan dibanding tahap pertama, sementara penetapan peserta dilakukan melalui identitas nama dan alamat dalam basis data sosial ekonomi nasional.
Perluasan jumlah peserta berjalan bersama penyiapan sarana belajar permanen. Pemerintah menyebut 93 lokasi telah rampung dan mulai beroperasi secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pembelajaran bagi anak dari keluarga kurang mampu tanpa pungutan biaya pendidikan.
Dari akses sekolah menuju hasil belajar
Penambahan sekolah dan peserta merupakan ukuran jangkauan program, tetapi dampak pendidikan dalam jangka lebih panjang tetap memerlukan evaluasi. Indikator seperti keberlanjutan kehadiran siswa, capaian belajar, kelulusan, serta kemampuan peserta melanjutkan pendidikan menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas program setelah akses awal tersedia.
Integrasi data sosial dan pembangunan fasilitas juga menuntut pembaruan data secara berkala. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, perpindahan domisili, dan kebutuhan pendidikan siswa dapat memengaruhi ketepatan sasaran sehingga verifikasi penerima manfaat perlu berjalan bersama ekspansi program.
Hingga 19 September 2026, informasi yang tersedia menunjukkan pemerintah masih memperluas jangkauan Sekolah Rakyat. Warta Nusa Raya akan memperbarui perkembangan apabila pemerintah merilis data evaluasi hasil belajar, jumlah sekolah baru, atau perubahan jumlah peserta setelah tahap perluasan berikutnya.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Harian Jogja — Kemensos Perluas Sekolah Gratis, 44.000 Anak Keluarga Miskin Terjangkau — diakses 19 September 2026 22.28 WIB
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- ANTARA — Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kembali bersekolah gratis — diakses 19 September 2026 22.28 WIB
- TVRI News — Ribuan Anak Miskin Kembali Sekolah Gratis — diakses 19 September 2026 22.28 WIB
- Harian Jogja — Kemensos Perluas Sekolah Gratis, 44.000 Anak Keluarga Miskin Terjangkau — diakses 19 September 2026 22.28 WIB