Nasional · Teknologi

BATIC 2026 Bahas AI dan Infrastruktur Digital, 2.300 Delegasi Berkumpul di Bali

Nelayan di pantai Nusa Dua, Bali, saat matahari terbit
Pantai Nusa Dua, Bali, sebagai foto konteks wilayah penyelenggaraan BATIC 2026; bukan dokumentasi konferensi.Sumber gambar: GdML / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

BATIC 2026 mempertemukan lebih dari 2.300 delegasi dari 600 lebih perusahaan di 55 negara. Forum ini membahas AI, konektivitas, cloud, keamanan, dan tata kelola infrastruktur digital.

NUSA DUA — BATIC 2026 berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Penyelenggara, PT Telekomunikasi Indonesia International atau Telin, menyatakan forum edisi ke-11 itu mempertemukan lebih dari 2.300 delegasi yang mewakili lebih dari 600 perusahaan dari 55 negara.

Agenda konferensi mencakup kecerdasan artifisial, komputasi awan, konektivitas generasi berikutnya, kabel bawah laut, jaringan serat optik, dan infrastruktur digital. Angka peserta dan cakupan negara tersebut merupakan data penyelenggara, sehingga tidak tepat dibaca sebagai ukuran tunggal dampak konferensi bagi ekonomi digital Indonesia.

Dari pembahasan AI menuju kesiapan organisasi

Salah satu forum khusus dalam rangkaian BATIC 2026 adalah ignitePRO. Telin menjelaskan forum itu membahas transformasi perusahaan pada era autonomous AI, termasuk kebutuhan sistem enterprise, infrastruktur yang andal, keamanan siber, tata kelola, dan ekosistem cloud.

Pokok bahasan tersebut penting karena penggunaan AI di perusahaan tidak berhenti pada kemampuan model menghasilkan jawaban. Organisasi perlu menentukan data yang boleh digunakan, kewenangan sistem, penanggung jawab keputusan, cara menguji keluaran, serta prosedur ketika sistem gagal atau menghasilkan tindakan yang tidak diharapkan.

Kerangka Manajemen Risiko AI dari National Institute of Standards and Technology menempatkan pertimbangan keterpercayaan dalam desain, pengembangan, penggunaan, dan evaluasi sistem AI. Kerangka itu bersifat sukarela dan bukan aturan khusus BATIC, tetapi memberi rujukan independen untuk menilai apakah pembicaraan mengenai implementasi AI disertai pengelolaan risiko yang nyata.

Hasil forum perlu diukur setelah acara

Bagi Indonesia, manfaat BATIC lebih tepat dinilai dari tindak lanjut setelah konferensi: kemitraan yang benar-benar berjalan, investasi jaringan dan pusat data, peningkatan kapasitas talenta, serta layanan digital yang lebih andal. Jumlah delegasi menunjukkan skala pertemuan, tetapi belum otomatis membuktikan manfaat ekonomi atau transfer pengetahuan.

Perusahaan yang mengadopsi AI juga perlu melaporkan ukuran yang dapat diuji, seperti akurasi, keamanan data, biaya komputasi, ketahanan layanan, dan mekanisme pengawasan manusia. Dengan ukuran itu, pembahasan AI dan infrastruktur digital dapat bergerak dari janji teknologi menuju hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari forum AI ke dampak yang bisa diukur

Informasi 2.300 delegasi menggambarkan skala kehadiran, bukan bukti bahwa seluruh gagasan konferensi langsung diterapkan. Dampak BATIC akan lebih jelas bila ada proyek lanjutan, penguatan talenta, peningkatan keamanan, dan layanan digital yang dapat diukur.

Situs resmi BATIC menempatkan AI dan infrastruktur digital sebagai fokus forum. Pembaca tetap perlu membedakan paparan teknologi, pengumuman kerja sama, dan implementasi yang sudah berjalan agar manfaat praktisnya tidak dibesar-besarkan.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.