Daerah · Teknologi

DCF 2026 Perluas QRIS untuk UMKM dan Wisatawan di Dieng

Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng sebagai foto konteks Dieng Culture Festival 2026
Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara. Foto konteks; bukan dokumentasi transaksi QRIS pada Dieng Culture Festival 2026.Sumber gambar: Akhsan Bae / Wikimedia Commons · CC0 1.0

Dieng Culture Festival 2026 menjadi momentum perluasan transaksi digital di Banjarnegara. QRIS tersedia pada puluhan stan UMKM serta digunakan untuk sejumlah kebutuhan wisata, sementara edukasi keamanan transaksi juga diperkuat.

BANJARNEGARA — Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, menjadi salah satu ruang perluasan transaksi digital bagi pelaku UMKM dan wisatawan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mendorong pemanfaatan QRIS selama festival sekaligus memperkuat edukasi mengenai keamanan transaksi.

QRIS digunakan pada 37 stan UMKM binaan yang tersebar di Area Pandawa, Arjuna, serta Gatotkaca atau Festival Kopi Dieng. Pembayaran digital juga tersedia untuk sejumlah kebutuhan wisata seperti tiket festival, akomodasi, dan homestay. Langkah ini diarahkan agar transaksi pengunjung lebih praktis sekaligus memperluas penerimaan pembayaran digital oleh pelaku usaha lokal.

UMKM dan ekonomi lokal ikut menjadi fokus

Suara Merdeka Banyumas secara terpisah melaporkan bahwa DCF 2026 dimanfaatkan sebagai momentum mempertemukan produk UMKM Banjarnegara dengan wisatawan. Produk kopi dan berbagai produk khas daerah ikut ditampilkan dalam rangkaian festival, sementara QRIS digunakan pada sejumlah titik transaksi.

Data yang disampaikan Bank Indonesia melalui pemberitaan tersebut menunjukkan hingga Juli 2026 terdapat 71.723 merchant QRIS di Kabupaten Banjarnegara dengan akumulasi 22.554.293 transaksi. DCF diharapkan memperluas penggunaan pembayaran digital sekaligus meningkatkan transaksi yang diterima pelaku usaha selama berlangsungnya festival.

Edukasi keamanan transaksi diperkuat

Perluasan transaksi digital juga dibarengi edukasi pelindungan konsumen. Dalam rangkaian DCF, Bank Indonesia Purwokerto menjalankan kampanye PeKA atau Peduli, Kenali dan Adukan untuk mengingatkan pengunjung agar berhati-hati terhadap pesan, tautan, maupun komunikasi mencurigakan yang meminta data pribadi atau informasi perbankan.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyebut DCF ke-16 sebagai ajang yang menggabungkan pelestarian budaya, pariwisata, dan penguatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah juga menempatkan produk UMKM sebagai bagian penting dari pengalaman wisata festival, sejalan dengan upaya agar manfaat ekonomi kegiatan dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Dengan berlangsungnya festival hingga 30 Agustus, penggunaan QRIS di area kegiatan menjadi contoh bagaimana agenda budaya dapat sekaligus menjadi ruang adopsi teknologi pembayaran. Namun kemudahan transaksi tetap perlu disertai kewaspadaan pengguna dan pemahaman mengenai keamanan data serta kanal pengaduan resmi.

Apa yang bisa dinilai setelah festival selesai?

Festival berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Jadwal penggunaan QRIS di lokasi acara merupakan catatan masa lalu, bukan petunjuk layanan yang pasti masih beroperasi hari ini. Data 37 stan menggambarkan titik penerimaan saat festival, bukan seluruh UMKM Dieng.

Indikator dampak berikutnya adalah apakah pedagang mempertahankan pembayaran nontunai setelah acara dan apakah proses pencatatan cukup mudah. Pengunjung perlu mengecek nama penerima yang muncul sebelum mengonfirmasi pembayaran.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.