Daerah · Teknologi

SCF 2026 Dorong UMKM Sumbar Perluas Pasar lewat Digitalisasi

Pemandangan Kota Padang sebagai foto konteks Sumatera Barat Creative Economy Festival 2026
Pemandangan Kota Padang dari Basko City Mall. Foto konteks; bukan dokumentasi Sumatera Barat Creative Economy Festival 2026.Sumber gambar: Afdhal Sy / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Sumatera Barat Creative Economy Festival 2026 ditutup di Padang setelah tiga hari mempertemukan UMKM dengan pasar, pembiayaan, transaksi digital, buyer, dan jejaring usaha. Penjualan sementara hingga hari kedua mencapai sekitar Rp2,8 miliar, sedangkan penyelenggara memperkirakan total akhir melampaui Rp3 miliar setelah data hari terakhir dihimpun.

PADANG — Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatan tiga hari di Padang, Minggu (30/8/2026). Festival yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah daerah itu diarahkan untuk memperluas pasar UMKM melalui promosi produk, transaksi digital, akses pembiayaan, business matching, dan pertemuan dengan buyer.

Sejumlah laporan pada hari penutupan menunjukkan perputaran transaksi selama festival tumbuh kuat. Padang Media mengutip Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram yang menyebut nilai penjualan dari 68 booth yang diisi 84 pelaku UMKM dan brand mitra telah mencapai sekitar Rp2,8 miliar hingga hari kedua. Data hari terakhir saat pernyataan disampaikan belum seluruhnya masuk dan penyelenggara memperkirakan total akhir dapat melampaui Rp3 miliar.

Transaksi berasal dari beberapa kanal

BiNews secara terpisah melaporkan capaian transaksi sementara sekitar Rp2,74 miliar pada penutupan. Nilai tersebut berasal dari penjualan langsung, penjualan daring, serta komitmen transaksi atau letter of intent dengan buyer asal Taiwan. Perbedaan angka sementara antarlaporan menunjukkan proses rekap masih berlangsung, sehingga Warta Nusa Raya tidak menggunakan satu angka sebagai nilai final sebelum rekap resmi selesai.

SCF 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus di Hotel Pangeran Beach, Padang. Festival mengintegrasikan promosi produk, edukasi, transaksi digital, akses pembiayaan, business matching, serta perluasan akses pasar. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, buyer, investor, dan masyarakat.

Digitalisasi menjadi jalur memperluas pasar

Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama festival. Pelaku UMKM tidak hanya diarahkan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat kemampuan pemasaran, pembayaran digital, pencatatan usaha, serta akses ke pasar yang lebih luas. Pendekatan tersebut dinilai penting karena pertumbuhan usaha tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kemampuan menjangkau konsumen dan membangun jaringan bisnis.

Rangkaian SCF juga menempatkan business matching sebagai pintu untuk mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan dan calon mitra. Sejumlah media lokal sebelumnya melaporkan fasilitasi pembiayaan dalam jumlah besar selama rangkaian kegiatan. Namun karena terdapat perbedaan angka antar-pemberitaan, angka pembiayaan tidak dijadikan klaim utama dalam artikel ini sampai tersedia rekap resmi yang konsisten.

Pasar ekspor ikut dibidik

Adanya komitmen transaksi dengan buyer luar negeri memperlihatkan bahwa penguatan UMKM di Sumatera Barat mulai diarahkan melampaui pasar lokal. Festival menjadi ruang untuk mempertemukan produk berbasis budaya, kuliner, fesyen, kerajinan, serta industri kreatif dengan calon pembeli dan jejaring baru.

Bagi pelaku UMKM, hasil festival tidak berhenti pada besarnya transaksi selama tiga hari. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas, kapasitas produksi, konsistensi pasokan, kemampuan digital, serta hubungan dengan buyer agar peluang yang muncul dari festival dapat berubah menjadi transaksi berulang dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.