Daerah · Teknologi

Pemkot Yogyakarta Dorong AI untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebagai foto konteks kebijakan AI dan penguatan UMKM
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Foto profil sebagai konteks kebijakan Pemkot Yogyakarta mengenai pemanfaatan AI dan penguatan UMKM; bukan dokumentasi Indonesia Marketing Festival 27 Agustus 2026.Sumber gambar: Politeknik ATK Yogyakarta / Wikimedia Commons · Public domain

Pemkot Yogyakarta mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk pelayanan publik dan penguatan UMKM, disertai literasi teknologi, pemasaran digital, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI sebagai salah satu alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Arah kebijakan itu menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai alat efisiensi, tetapi juga sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa adopsi AI perlu berjalan bersama perlindungan UMKM. Pemerintah kota menilai regulasi, personalisasi layanan, efisiensi pelayanan, serta penguatan citra daerah perlu berkembang seiring dengan pemanfaatan teknologi baru.

Digitalisasi diarahkan membuka peluang usaha

Pemkot Yogyakarta menyebut transformasi digital pemerintahan telah ditopang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Pemerintah kota juga mengembangkan layanan publik terintegrasi dan interoperabilitas data antarlembaga agar proses pelayanan dan tata kelola dapat semakin efektif.

Dalam kerangka ekonomi, data yang saling terhubung, perizinan yang lebih cepat, tata kelola transparan, dan ekosistem inovasi dinilai dapat membantu menciptakan iklim usaha yang lebih mendukung. Pemkot ingin digitalisasi tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi ikut membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha.

UMKM didorong memakai AI secara praktis

Salah satu jalur yang didorong adalah pendampingan pemasaran digital berbasis AI. Selain itu, pelaku UMKM diarahkan memperkuat literasi teknologi, akses pembiayaan, kemitraan, serta promosi produk ke pasar nasional maupun global.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Yogyakarta memperkuat daya saing ekonomi daerah. Sumber resmi Pemkot Yogyakarta sebelumnya menjelaskan arah yang sama saat Hasto menjadi narasumber Indonesia Marketing Festival pada 27 Agustus 2026.

Penerapan AI di tingkat UMKM tetap membutuhkan kemampuan memilih teknologi yang sesuai kebutuhan usaha. Bagi pelaku usaha kecil, manfaat praktis seperti pembuatan materi pemasaran, analisis pelanggan, pengelolaan informasi, dan efisiensi proses dapat menjadi titik masuk sebelum mengadopsi sistem yang lebih kompleks.

Gunakan AI dengan pemeriksaan manusia dan perlindungan data

Bagi usaha kecil, titik mulai yang terukur dapat berupa membuat variasi deskripsi produk, merangkum pertanyaan pelanggan, atau menyusun kalender promosi. Pemilik usaha perlu memeriksa fakta, harga, klaim produk, dan nada bahasa sebelum materi dipublikasikan. AI dapat membantu membuat draf, tetapi tidak mengetahui stok atau janji layanan yang berlaku kecuali informasi itu diberikan secara benar.

UNESCO merekomendasikan agar penggunaan AI menjaga privasi dan data pribadi serta mempertahankan tanggung jawab manusia. UMKM sebaiknya tidak memasukkan nomor identitas, detail pembayaran, atau percakapan pelanggan yang sensitif ke layanan yang belum dipahami kebijakan datanya. Pendampingan yang baik akan mengajarkan cara menguji keluaran dan memilih alat sesuai kebutuhan, bukan mendorong adopsi teknologi tanpa pengamanan.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.