Daerah

Sekolah Pengungsian Sikka: SD Inpres Wairklau Jadi Titik Pemulihan Anak Pascagempa

Bentang pesisir Tanjung Kajuwulu di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur
Bentang pesisir Kabupaten Sikka sebagai foto konteks wilayah terdampak gempa; bukan dokumentasi posko pengungsian SD Inpres LXXVI Wairklau.Sumber gambar: Dhimas deriansyah / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

SD Inpres LXXVI Wairklau menjadi salah satu sekolah pengungsian Sikka setelah gempa NTT. Pemerintah meninjau kebutuhan anak, keselamatan pengungsi, dan kesiapan pemulihan pendidikan agar proses belajar dapat kembali berjalan dengan aman.

SIKKA — SD Inpres LXXVI Wairklau di Kabupaten Sikka kini memikul dua fungsi sekaligus: fasilitas pendidikan dan posko bagi warga terdampak gempa. Kondisi sekolah pengungsian Sikka ini menjadi salah satu titik penting pemulihan karena kebutuhan anak tidak berhenti pada makanan dan tempat berlindung, tetapi juga rasa aman dan keberlanjutan belajar.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau sekolah tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, ia mengecek kondisi sekolah, berdialog dengan warga, menanyakan kecukupan makanan anak, serta memastikan tidak ada anak yang mengalami luka.

Sekolah pengungsian Sikka harus tetap aman untuk anak

Penggunaan sekolah sebagai lokasi pengungsian menimbulkan kebutuhan ganda. Ruang yang biasanya dipakai belajar harus menampung warga, sementara proses pendidikan perlu disiapkan untuk kembali berjalan ketika kondisi memungkinkan. Karena itu, pemulihan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga mengatur ruang belajar sementara, sanitasi, dukungan psikososial, dan keamanan anak.

Pemerintah juga membawa mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia untuk mendukung kegiatan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Pendampingan psikososial menjadi relevan karena anak dapat mengalami kecemasan setelah gempa, kehilangan rutinitas, atau harus tinggal sementara di lingkungan yang padat.

Fasilitas publik Sikka ikut masuk agenda pemulihan

Dalam rangkaian kunjungan yang sama, pemerintah meninjau fasilitas lain yang terdampak di Sikka, termasuk Pelabuhan Laurentius Say dan posko pengungsian di Stadion Gelora Samador. Pemerintah meminta warga yang rumahnya rusak tidak terburu-buru kembali selama risiko gempa susulan masih menjadi perhatian.

Perkembangan ini menjadi tindak lanjut dari fase tanggap darurat gempa NTT yang sebelumnya menyebabkan korban jiwa dan pengungsian dalam jumlah besar. Warta Nusa Raya sebelumnya melaporkan perkembangan korban dan pengungsi dalam pembaruan gempa NTT.

Ukuran pemulihan bukan hanya bangunan

Bagi keluarga di Wairklau, indikator pemulihan yang terasa langsung adalah apakah anak dapat makan, tidur aman, mendapat pendampingan, dan kembali belajar. Pemerintah daerah dan pusat perlu menjaga agar fungsi pengungsian tidak membuat pendidikan terhenti terlalu lama, sekaligus memastikan pemindahan warga dari sekolah dilakukan berdasarkan kondisi hunian yang benar-benar aman.

Pemulihan sekolah di Sikka perlu dipantau bersama perbaikan rumah, layanan kesehatan, akses transportasi, dan fasilitas umum lain karena semuanya menentukan seberapa cepat keluarga dapat keluar dari situasi darurat.

Ketika sekolah dipakai sebagai tempat pengungsian, pemerintah juga perlu menyiapkan rencana transisi agar dua kebutuhan tidak saling mengorbankan. Pengungsi membutuhkan tempat yang aman sampai hunian layak tersedia, sementara murid memerlukan ruang belajar yang stabil. Pilihan sementara dapat mencakup pengaturan ruang, jadwal bergilir, lokasi belajar alternatif, dan dukungan psikososial. Keputusan pemindahan sebaiknya mengikuti penilaian keselamatan serta kesiapan layanan dasar, bukan sekadar mengejar percepatan pembukaan sekolah.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.