Daerah · Ekonomi

Kideco Operasikan 18 Truk Listrik di Tambang Paser, Bidik Efisiensi Energi

Truk tambang listrik sebagai foto konteks elektrifikasi kendaraan berat di sektor pertambangan
Foto konteks truk tambang listrik. Gambar ini bukan dokumentasi pengoperasian armada Kideco di Paser, Kalimantan Timur.Sumber gambar: Electrodac / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Kideco bersama invi mulai mengoperasikan 18 truk tambang listrik dan tiga stasiun penukaran baterai di Paser, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari elektrifikasi operasional pertambangan.

PASER — PT Kideco Jaya Agung bersama PT Energi Makmur Buana atau invi mulai mengoperasikan 18 truk tambang listrik dan tiga stasiun penukaran baterai di area tambang Kideco, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Implementasi tersebut menjadi bagian dari program EV Mining untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi dari kegiatan operasional pertambangan.

Pengoperasian armada dilakukan setelah kajian awal pada Agustus 2024, dua tahap uji coba, dan 16 penyempurnaan pada aspek keselamatan, produktivitas, operasional, serta kenyamanan. Pada tahap awal Maret hingga Juli 2026, enam truk listrik yang dioperasikan disebut mengurangi emisi sekitar 370 ton karbon dioksida dan mencatat biaya energi sekitar 14 persen lebih rendah daripada estimasi bahan bakar armada diesel pembanding.

Tiga stasiun penukaran baterai dukung operasi tambang

Sistem EV Mining di Kideco didukung tiga stasiun penukaran baterai yang dirancang agar truk dapat kembali beroperasi setelah proses pergantian baterai. Infrastruktur tersebut penting untuk menjaga tingkat utilisasi kendaraan berat di area tambang yang beroperasi dengan intensitas tinggi.

Perusahaan memproyeksikan optimalisasi seluruh sistem dapat menekan biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen serta biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada diesel. Angka tersebut merupakan proyeksi perusahaan, bukan hasil akhir operasi 18 unit, sehingga masih perlu diuji terhadap pola kerja, harga energi, pemeliharaan, dan produktivitas armada dalam periode yang lebih panjang.

Hasil operasi perlu dibaca bersama pola pemakaian

Analisis International Energy Agency menunjukkan kelayakan elektrifikasi truk berat berbeda menurut pola kerja: rute yang dapat diprediksi dan utilisasi infrastruktur yang tinggi cenderung lebih mendukung efisiensi biaya. Temuan global itu bukan penilaian khusus atas tambang Kideco, tetapi memberi tolok ukur mengapa data pemakaian stasiun baterai, jarak tempuh, muatan, dan waktu henti perlu dibuka untuk menilai manfaat program secara utuh.

Kideco beroperasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Efektivitas armada listrik di lokasi tersebut akan semakin dapat diukur setelah tersedia data operasi yang lebih panjang, terutama mengenai konsumsi energi, biaya pemeliharaan, produktivitas, ketersediaan kendaraan, dan penurunan emisi dibandingkan armada diesel pada pekerjaan yang setara.

Penilaian lingkungan juga perlu melihat sumber listrik yang digunakan untuk pengisian baterai, umur baterai, dan pengelolaan komponen setelah masa pakai. Truk listrik dapat mengurangi konsumsi bahan bakar di kendaraan, tetapi besarnya manfaat keseluruhan baru dapat dihitung jika data energi dan operasi tersedia secara konsisten. Karena itu, publikasi kinerja tahunan armada akan lebih berguna daripada proyeksi awal, terutama untuk membandingkan biaya, produktivitas, penggunaan energi, dan emisi pada beban kerja yang setara.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.