Nasional · Ekonomi

B50 Sudah Tersalur di 94 Persen SPBU, ESDM Sebut Uji 50 Ribu Km Berhasil

Pompa biodiesel sebagai foto konteks penyaluran bahan bakar biodiesel B50
Foto konteks pompa biodiesel. Gambar ini bukan dokumentasi penyaluran B50 di SPBU Indonesia maupun uji kendaraan Kementerian ESDM pada 2026.Sumber gambar: Ikar.us / Wikimedia Commons · CC BY 3.0 DE

Kementerian ESDM, mengutip data Pertamina Patra Niaga, menyebut 94 persen SPBU penyalur Biosolar telah beralih ke B50. Uji kendaraan mencapai 50 ribu kilometer, sedangkan pengujian sektor perkeretaapian masih berjalan hingga Desember 2026.

JAKARTA — Penyaluran biodiesel B50 meluas setelah mandatori campuran 50 persen bahan bakar nabati itu dimulai pada 1 Juli 2026. Dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 8 September, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan merujuk data Pertamina Patra Niaga, menyebut 94 persen SPBU penyalur Biosolar telah beralih ke B50.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi merinci sekitar 6.050 lokasi telah menyalurkan B50 dan 362 lokasi masih dalam masa transisi. Pemerintah memberikan relaksasi untuk menghabiskan stok B40 sampai 30 September 2026, sehingga cakupan penyaluran belum berarti seluruh jaringan telah menyelesaikan peralihan.

Penyaluran bertahap dan stok masa transisi

Dalam paparan yang sama, Eniya menyebut penyaluran biodiesel sepanjang Januari hingga 7 September 2026 mencapai 10,69 juta kiloliter. Dari jumlah itu, 7,27 juta kiloliter berupa B40 yang disalurkan sejak Januari, sedangkan sekitar 3,4 juta kiloliter merupakan B50 yang tersalur sejak Juli. Angka tersebut menggambarkan program baru masih berjalan berdampingan dengan penyelesaian stok campuran sebelumnya.

Pemerintah menempatkan B50 sebagai instrumen untuk mengurangi ketergantungan pada solar impor dan memperbesar pemanfaatan bahan baku energi domestik. Namun capaian distribusi perlu dibaca bersama kesiapan pasokan FAME, sarana penyimpanan dan pencampuran, pengangkutan, serta pengendalian mutu sampai bahan bakar diterima konsumen.

Uji jalan selesai, kereta api masih diuji

Di sisi teknis, ESDM menyatakan pengujian kendaraan dilakukan sampai 50 ribu kilometer. Pengujian mencakup kendaraan pribadi dan angkutan umum, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, serta mesin pembangkit. Eniya menilai kendaraan dalam rangkaian uji berada dalam kondisi aman, termasuk kendaraan dengan spesifikasi lebih lama yang mencapai 37 ribu kilometer sebelum penggantian filter.

Kesimpulan itu tetap perlu ditempatkan sebagai hasil pengujian pemerintah, bukan jaminan bahwa seluruh kendaraan di lapangan akan mengalami kondisi identik. Dalam rapat DPR, terdapat pula sorotan mengenai laporan pengguna tentang penggantian filter lebih cepat. ESDM membuka ruang bagi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia dan pihak lain untuk melanjutkan pengujian hingga 100 ribu kilometer agar datanya dapat dibandingkan.

Pengujian untuk sektor perkeretaapian belum selesai dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Karena itu, tahap berikutnya bukan hanya menuntaskan transisi SPBU, melainkan juga mempublikasikan hasil uji lanjutan secara transparan, menjaga konsistensi spesifikasi bahan bakar, dan memantau kinerja B50 pada beragam mesin selama pemakaian nyata.

SUMBER PRIMER

Sumber primer penting

Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:

REFERENSI & VERIFIKASI

Sumber verifikasi redaksi

Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.