Ekspor Perikanan Indonesia ke Jepang Capai US$589,86 Juta, Tarif Nol Persen Jadi Peluang
KBRI Tokyo mencatat ekspor perikanan Indonesia ke Jepang senilai US$589,86 juta pada 2025. Rilis Kemendag yang lebih baru merinci kinerja 2026 dan potensi transaksi JISTE.
JAKARTA — Kedutaan Besar RI di Tokyo mencatat ekspor perikanan Indonesia ke Jepang senilai US$589,86 juta sepanjang 2025, naik 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu disampaikan menjelang partisipasi Indonesia dalam Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 di Tokyo.
Keterangan KBRI Tokyo yang dipublikasikan pada 24 Agustus semula menyebut nilai Januari–Juni 2026 sebesar US$279 juta. Namun, rilis Kementerian Perdagangan pada 8 September memberikan angka yang lebih baru dan lebih rinci: total ekspor produk perikanan ke Jepang pada periode tersebut US$173 juta, turun 7,99 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Karena kedua angka berbeda, Warta Nusa Raya menggunakan rincian Kemendag untuk periode 2026 dan tidak menggabungkannya.
Tarif nol persen membuka peluang produk olahan
JISTE berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Tokyo Big Sight. Rilis Kemendag mencatat pameran diikuti 700 perusahaan dari 19 negara dan dikunjungi 30.091 orang. Paviliun Indonesia menempati area 72 meter persegi serta menghadirkan 14 perusahaan perikanan nasional.
Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement memberikan tarif nol persen untuk produk ikan olahan asal Indonesia yang memenuhi ketentuan. Akses tarif tidak otomatis menjamin penjualan. Kemendag dan KBRI menekankan kualitas, kontinuitas pasokan, transparansi komitmen, promosi, serta kemampuan eksportir memenuhi kebutuhan pembeli Jepang.
Hasil pameran masih berupa potensi transaksi
Setelah pameran, Kemendag melaporkan potensi transaksi senilai US$198,33 juta atau sekitar Rp3,49 triliun dari penjajakan bisnis. Nilai itu merupakan peluang transaksi, bukan realisasi ekspor yang sudah dibayar. Produk yang diminati mencakup tuna dan olahannya, gurita, ikan kisu, udang goreng, cakalang, rajungan, cumi-cumi, sotong, ikan teri olahan, telur ikan, dan bulu babi.
Salah satu tindak lanjut yang lebih konkret ialah penandatanganan nota kesepahaman antara PT Nirvana Niaga Sejahtera dan Godai Co., Ltd. untuk pengembangan tuna sirip kuning kelas sashimi. Kemendag mencatat potensi nilai kerja sama itu US$9,6 juta atau sekitar Rp169,25 miliar, sebagai kelanjutan pertemuan bisnis pada JISTE 2025.
Data Kemendag juga menunjukkan ekspor produk olahan perikanan ke Jepang mencapai US$45,81 juta pada Januari–Juni 2026, naik 29,05 persen secara tahunan. Olahan tuna dan cakalang menyumbang US$41,12 juta atau 89,75 persen dari kelompok tersebut. Perbedaan arah antara total ekspor yang turun dan produk olahan yang naik menunjukkan nilai tambah perlu dibaca per kelompok komoditas, bukan hanya dari satu angka agregat.
Bedakan realisasi ekspor dan potensi transaksi
Nilai US$173 juta merupakan realisasi ekspor Januari–Juni 2026 menurut Kemendag. Sementara US$198,33 juta atau sekitar Rp3,49 triliun merupakan potensi transaksi yang dicatat selama JISTE, sehingga tidak boleh dijumlahkan atau dibaca sebagai ekspor yang sudah seluruhnya terealisasi.
Pembaca yang mengikuti peluang tarif nol persen juga perlu memeriksa kode produk, ketentuan asal barang, mutu, dan persyaratan pasar Jepang. Kenaikan produk olahan menunjukkan peluang nilai tambah, tetapi hasil tahunan tetap bergantung pada kontrak yang terealisasi dan kinerja semester berikutnya.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Kementerian Perdagangan — Catat Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun di Pameran Negeri Sakura — diakses 11 September 2026
- Ditjen PEN Kemendag — Indonesia hadir di JISTE 2026 — diakses 28 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- RRI/KBRI Tokyo — Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke Jepang Capai USD589,86 Juta — diakses 11 September 2026
- Kementerian Perdagangan — Catat Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun di Pameran Negeri Sakura — diakses 11 September 2026
- Ditjen PEN Kemendag — Indonesia hadir di JISTE 2026 — diakses 28 September 2026