Lifting Minyak Nasional: DPR Dorong Eksplorasi Sumur Baru, Mahakam Jadi Sorotan
Komisi XII DPR mendorong percepatan eksplorasi sumur dan lapangan baru agar lifting minyak tidak bergantung pada optimalisasi aset tua. Blok Mahakam masih menghasilkan sekitar 24 ribu barel per hari.
JAKARTA — Lifting minyak nasional kembali menjadi perhatian parlemen. Komisi XII DPR mendorong pemerintah dan industri hulu mempercepat eksplorasi sumur serta lapangan baru agar produksi tidak hanya bertumpu pada optimalisasi aset yang telah beroperasi puluhan tahun.
Dorongan itu mengemuka setelah kunjungan kerja Komisi XII ke PT Pertamina Hulu Mahakam di Balikpapan pada 21 Agustus 2026. Anggota Komisi XII Syarif Fasha menyebut Blok Mahakam menghasilkan sekitar 24 ribu barel minyak per hari pada Juli, di atas target APBN sekitar 22 ribu barel per hari, meski sebagian sumurnya telah berusia sekitar 57 tahun.
Lifting minyak nasional butuh cadangan baru
Workover dan intervensi sumur lama dapat menahan laju penurunan produksi, tetapi memiliki batas teknis. Karena itu, eksplorasi diperlukan untuk menggantikan cadangan yang terus diproduksikan dan memberi ruang bagi peningkatan lifting dalam jangka menengah.
Kementerian ESDM pada 23 Januari 2026 menyatakan target lifting minyak tahun ini sebesar 610 ribu barel per hari. Pemerintah menyiapkan reaktivasi sumur tua, penerapan teknologi enhanced oil recovery, percepatan proyek yang rencana pengembangannya selesai, dan penawaran lebih dari 100 wilayah kerja migas.
Tantangannya tidak hanya menemukan cadangan. Proyek hulu membutuhkan kepastian investasi, perizinan, infrastruktur, teknologi, serta keekonomian lapangan agar temuan dapat bergerak dari tahap eksplorasi menuju produksi. Dengan demikian, jumlah wilayah yang ditawarkan belum otomatis sama dengan tambahan minyak yang siap diangkat.
Mahakam menunjukkan nilai aset tua sekaligus batasnya
Produksi dari lapangan matang menunjukkan pentingnya teknologi, workover, dan pemeliharaan reservoir. Namun ketergantungan berlebihan pada sumur tua berisiko membuat target produksi semakin sulit dicapai ketika penurunan alamiah membesar.
Data ESDM juga memberi konteks bahwa lifting 2025 tercatat 605,3 ribu barel per hari, sedikit di atas target 605 ribu barel per hari. Target 2026 berarti pemerintah perlu mempertahankan lapangan eksisting sambil mengubah kegiatan eksplorasi dan proyek yang sudah direncanakan menjadi produksi nyata.
Kebijakan energi karena itu perlu menyeimbangkan tiga jalur: optimalisasi lapangan eksisting, eksplorasi cadangan baru, dan percepatan transisi energi. Ketiganya menentukan ketahanan pasokan sekaligus besarnya kebutuhan impor energi Indonesia.
Produksi Juli bukan proyeksi setahun penuh
Angka sekitar 24 ribu barel per hari untuk Blok Mahakam menggambarkan kondisi yang disampaikan saat kunjungan kerja pada Juli 2026. Angka itu tidak menjamin tingkat produksi yang sama sepanjang tahun tanpa laporan terbaru dari operator dan pemerintah.
Target nasional 610 ribu barel per hari berbeda dari realisasi satu lapangan. Untuk menilai hasil eksplorasi, pembaca perlu menunggu data penemuan cadangan, jadwal pengembangan, dan produksi yang benar-benar masuk jaringan, bukan hanya jumlah sumur yang direncanakan.
Sumber primer penting
Dokumen, data, atau keterangan resmi yang menjadi dasar fakta utama artikel ini:
- Kementerian ESDM — Strategi Mencapai Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel pada 2026 — diakses 11 September 2026
- Sumber verifikasi tambahan — diakses 28 September 2026
Sumber verifikasi redaksi
Tautan berikut digunakan redaksi untuk memeriksa fakta, dokumen, pernyataan, dan konteks dalam laporan ini. Referensi disediakan agar pembaca dapat menelusuri dasar informasi yang digunakan.
- RRI — Komisi XII Tekankan Eksplorasi Sumur Baru untuk Jaga Lifting Minyak — diakses 11 September 2026
- Kementerian ESDM — Strategi Mencapai Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel pada 2026 — diakses 11 September 2026
- Sumber verifikasi tambahan — diakses 28 September 2026